Point to Point in Mikrotik
Pada kesempatan kali ini saya akan mensharing Tentang PTP (Point to Point) , Nah sebelum itu kita Masuk ke Konfigrasi saya akan bahas sedikit tentang PTP ini :
- Pengertian
- Fungsi dan kegunaan
PTP ini berfungsi untuk mengecek apakah jalur koneksi berjalan dengan baik.
Ø Konfigurasi Wireless Access
Point pada Router
1. Aktifkan
interface WLAN 1 nya.
2. Lalu
konfigurasi interface WLAN 1 dan masuk ke tab “Wireless”. Disana lakukan
konfigurasi pada parameter Mode, Band, Channel Width, SSID, dan Security
Profile nya. Untuk mode nya menggunakan mode bridge. Mode bridge ini dipilih
karena mode ini dapat digunakan sebagai Access Point atau pemancar walaupun
hanya bisa melayani satu client saja. Selanjutnya adalah konfigurasi parameter
band. Disini saya menggunakan band 2GHz-B/G/N. Kemudian adalah konfigurasi
untuk parameter Channel Width. Disini saya memilih 20MHz untuk lebar
channelnya. Frequency yang digunakan wireless AP nya adalah 2412. Lalu untuk
SSID atau identitas yang akan digunakan wireless AP nya adalah “Kelompok 13-PTP”.
3. Selanjutnya
penulis akan melakukan konfigurasi IP Address pada Router AP nya. Pertama
konfigurasi IP Address pada interface WLAN1 dengan ip nya 10.10.10.25/24 . Lalu
konfigurasi IP Address untuk interface ether2 yang mengarah ke client dengan ip
nya 192.168.25.1/24 .
4. Kemudian
konfigurasi routing menggunakan default route dengan nexthop atau gateway nya
menggunakan IP Address dari interface WLAN1 yang berada pada sisi router
station yaitu 10.10.10.26 .
Ø Konfigurasi Laptop yang
terhubung ke Router AP
1. Pertama
konfigurasi IP Address secara manual untuk interface Ethernet pada client
Laptop yang digunakan. Disini untuk ip address nya menggunakan ip
192.168.25.2/24 dengan gateway nya adalah 192.168.25.1 yang merupakan ip dari interface
ether2 router yang terhubung langsung dengan Client. Kemudian untuk DNS nya saya
menggunakan IP Address yang sama dengan gateway nya.
Ø Konfigurasi Router
Client/Station
1. Aktifkan
interface WLAN 1 nya.
2. Lalu
konfigurasi interface WLAN 1 nya. Pada tab Wireless pilih Scan untuk melakukan
scanning terhadap AP yang telah dikonfigurasi sebelumnya yaitu “Kelompok 13-PTP”
dan klik connect. Nah terlihat SSID nya sudah sama dengan Access Point yang
telah kita konfigurasi sebelumnya. Untuk mode wireless di sisi router client
ini akan menggunakan mode station bridge. Mode station ini digunakan sebagai
wireless client/ penerima. Kemudian untuk band nya, penulis memilih 2GHz-B/G.
3. Apabila
terlihat tanda berupa huruf R di samping interface WLAN1, itu berarti interface
WLAN1 nya sudah running dan konfigurasi wireless point to point nya sudah
berjalan.
4. Selanjutnya
konfigurasi IP Address untuk setiap interface router yang digunakan. Pertama
konfigurasi IP Address untuk interface WLAN1 nya dengan IP Address nya 10.10.10.26/24
. Lalu konfigurasi IP Address untuk interface ether2 yang mengarah ke client
dengan IP Address nya 192.168.26.1/24 .
5. Kemudian
konfigurasi routing menggunakan default supaya network client nya dapat terbaca
di jaringan dan dapat terhubung dengan network router yang lain. Untuk network
nya saya menggunakan default yaitu 0.0.0.0/0 dengan gateway nya menggunakan IP
Address interface WLAN1 pada router AP yang terhubung langsung dengan router
stationnya yaitu 10.10.10.25 .
Ø Tes Ping dari Client PC
1. Ping
ke IP Address interface WLAN1 pada Router Client yaitu 10.10.10.26 .
2. Ping
ke IP Address interface ether2 pada Router Client yaitu 192.168.26.1 .
Ø Tes Ping dari Router Client
1. Ping
ke IP Address interface ether2 pada Router AP yaitu 192.168.25.1 .

Komentar
Posting Komentar